Minggu, 14 Juni 2015

GURU PENGUBAH DUNIA


RESENSI MERETAS PENDIDIKAN BERKUALITAS
DALAM PENDIDIKAN ISLAM
 ( GURU PENGUBAH DUNIA)

 











Disusun Oleh :

YULIANINGSIH /13010101001








INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KENDARI
JURUSAN TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
2015

IDENTITAS
JUDUL BUKU AWAL        : MERETAS PENDIDIKAN BERKUALITAS      DALAM    PENDIDIKAN ISLAM
JUDUL BUKU                     : GURU PENGUBAH DUNIA
NAMA PENGARANG        : MUHAMMAD FATHURROHMAN, M.PD.I
                                                  DR.SULISTYORINI,M.AG.
NAMA PENERBIT             : PENERBIT TERAS
TEMPAT TERBIT              : PERUM POLRI GOWOK BLOK D NO 3. 200
  DEPOK SLEMAN YOYAKARTA
TAHUN TERBIT                 :CETAKAN I,  2012
JUMLAH HALAMAN BUKU YANG DIRESENSI       :           540 HALAMAN







GURU PENGUBAH DUNIA
      Ketika seseorang telah mengatakan siap untuk menjadi seorang pendidik maka dia harus benar-benar berniat dalam hati sebelum dia meluncur ke permukaan masyarakat untuk menjadi seorang panutan di mata para peserta didik kelak dimasa mendatang yang membutuhkan naungan, belaian , dan kasih sayang ekstra dari rangkulan sesosok  manusia yang disebut “GURU”. Pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu kedalam diri manusia secara bertahap oleh karena itu guru harus menjadi yang terbaik dan selalu terdepan dalam membina, membimbing dan menjaga peserta didiknya.
       Berbicara tentang seorang guru , guru itu mempunyai gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Mengapa di nyatakan dalam hal demikian??  Iya sudah sangat jelas karena seorang guru tidak pernah mengharapkan imbalan terkait dengan apa yang telah ia berikan kepada peserta didiknya ,namun hanya menerima gaji sertifikasi sebagai tanda bahwa ia telah diakui oleh masyarakat dan bangsa Negara.Maka dari itu sertifikasi itu sangat penting ,dengan adanya sertifikasi guru ,maka guru dapat menunjang kehidupan dan menyongsong masa depan untuk keluarga dan juga peserta didik . Guru adalah manusia biasa yang dalam kehidupan sehari-hari tetap membutuhkan penghasilan (income) yang layak untuk dapat hidup sejahtera serta mempertahankannya secara wajar dan terhormat .Guru tentu menghendaki hidup sejahtera sebagaimana layaknya manusia yang lain , apalagi dalam zaman yang cenderung modern dan membuat tidak sedikit orang menjadi matrealistik.
Pentingnya Seorang Guru Bagi  Pengubahan Dunia
Guru dituntut berperan aktif mendidik masyarakat dari belenggu keterbelakangan menuju masa depan yang gemilang dan untuk dapat melaksanakan itu semua, seorang guru harus memenuhi persyaratan dan kompetensi ,juga profesional dalam memberikan transfer ilmu kepada peserta didik .jika di ibaratkan  “sayur” sayur  itu kurang enak rasanya tanpa tambahan penyedap rasa dan kurang komplit tanpa adanya piring dan juga sendok. Itu artinya kompetensi dan keprofesionalan seorang guru sangatlah bergandengan dan sangat erat kaitannya . Guna untuk membangun dan membangkitkan tenaga, serta secercah senyuman di balik keresahan  peserta didik.
Seperti sepenggal kalimat yang dapat saya kutip dari buku yang berjudul “Meretas pendidikan berkualitas dalam pendidikan islam pada halaman 6 yang lantunannya itu berbunyi seperti ini “Guru adalah kurikulum berjalan , sebaik apa kurikulum dan system pendidikan yang ada, tanpa di dukung kemampuan guru, semuanya akan sia-sia .guru yang dapat mengawali perkembangan peserta didik  adalah guru yang kompeten dan dapat mengefektifkan semua anggotanya .
Terkadang masih banyak juga guru yang tidak dapat mengendalikan ataupun tidak dapat memproduktifkan peserta didik maupun pengelolaan di dalam kelas  itu di karenakan kurangnya keahlian maupun keterampilan serta pengalaman yang terlalu dangkal atau minim dalam menemukannya ,maka dari itu penyalahgunaan guru kepada peserta didik biasa sering kita jumpai dalam lembaga pendidikan .
Penyalahgunaan yang di maksudkan ialah: kurang kreatifnya seorang guru dalam menyuap peserta didik dengan metode-metode, perencanaan yang tidak sistematis, pemanfaatan teknologi yang kurag, dan keterampilan yang kurang serta tidak ada prinsip yang di anut  dalam mengajarkan ilmu pengetahuan yang akan di berikan .
Seorang guru yang tidak memiliki kesiapan dalam mengayomi peserta didiknya adalah  guru yang tidak memiliki nilai integritas yang baik dan tidak dapat memadupadankan antara kemampuan personal , keilmuan , teknologi , social dan spiritual yang sangat tidak bisa mencapai batas rata-rata dalam lingkup pendidikan .
Guru yang dapat menjadi panutan adalah guru yang bisa memberikan suatu gambaran positif kepada peserta didik  dengan beberapa macam komposisi dan unsur-unsur di dalamnya diantaranya yaitu :
1)      Unsure kompetensi paedagogik, yaitu keleluasaan menerapkan kemampuan dalam pengelolaan dan memberikan pemahaman yang sangat layak dan bermutu bagi peserta didik ,sehingga peserta didik dapat menanamkan  kemampuan yang ideal kedepannya dan bernilai positif di dalam kaca mata masyarakat.
2)      Unsure kompetensi kepribadian yaitu bagaiman guru memberikan kestabilan pada peserta didik dan upaya untuk menjadikan manusia yang mempunyai sikap yang arif , bijaksana , berwibawa dan berakhlaq mulia .
3)      Unsure kompetensi social yaitu: kemampuan guru untuk menstransferkan ilmu interaksi, komunikasi , serta cara beradaptasi dengan cepat pada lingkungan sekitar dan mengjarkan ilmu pengendalian diri yang baik dan  menarik agar  peserta didik tidak terjerumus kedalam jurang yang penuh dengan limbah kemaksiatan di dalamnya
4)      Unsure kompetensi profesional yaitu: daya tarik guru dalam memberikan segelintir materi yang dikuasai dengan cara berpikir yang efektif dan efisien artinya yang tidak perlu banyak bertele-tele dalam menyampaikannya.
Selain dari gambaran unsur-unsur diatas  masih banyak lagi criteria guru yang memang menarik luar dan juga di dalamnya . kita dapat mengibaratkan seorang guru sebagai lebah , mengapa? Karena lebah adalah hewan yang memberi banyak manfaat bagi umat makhluk hidup yang lainnya  di antaranya yaitu : lebah bermanfaat bagi  proses penyerbukan untuk tumbuhan (bunga) agar bunga dapat tumbuh dan berkembang dengan layak , lebah juga dapat di ambil madunya untuk mengobati banyak penyakit yang terkadang menyerang tubuh manusia .
 Jadi guru itu bisa di simbolkan seperti lebah tadi  yang dapat menghasilkan banyak manfaat baik itu bagi peserta didik, masyarakat maupun bangsa Negara  yang dapat menghasilkan kualitas output yang  bisa diandalkan  di dalam  dunia alam semesta ini.  Seperti yang sudah tertera di dalam skema buku “meretas pendidikan berkualitas dalam pendidikan islam” kita di cekoki dengan banyak ilmu pengetahuan untuk memberikan kualitas terbaik kita untuk menciptakan insane kamil yang berakhlaqul qarimah di muka bumi ini dan menjadi khalifah yang terbaik dan terdepan pada era mendatang hingga akhir masa . Amiiinn ya robal ‘alamin..
Seseorang yang mengaku sebagai guru pasti telah memiliki sikap pengabdian dan loyalitas serta rasa tanggung jawab yang terbilang diatas rata-rata dari kalangan yang tidak terobsesi menjadi seorang guru .Didalam kutipan Abrasy, yang terdapat pada buku meretas pendidikan  berkualitas dalam pendidikan islam  dia menyebutkan bahwa guru itu harus memiliki sifat – sifat sebagai berikut :
1)      Zuhud, artinya tidak mengutamakan material dan mengajar karena semata-mata hanya ingin mencari keridhaan Allah swt semata .
2)      Kebersihan guru artinya yaitu : bersih di dalam tubuhnya , jiwanya  serta terhindar dari dosa dan kesalahan .
3)      Ikhlas dalam bekerja dan memberikan ilmu pengetahuan secara sabar dan rendah hati.
4)      Harus pemaaf dan rela berkorban untuk mencapai dan menghasilkan tujuan yang diinginkan
5)      Harus mengetahui tabiat dari peserta didik.
Menjadi seorang guru tidaklah semudah membalikan telapak tangan ,banyak rintangan yang silih berganti menghadang  di antaranya terkadang banyak cibiran yang biasa singgah di daun telinga ,  baik itu cibiran yang membangun maupun cibiran yang sifatnya menjatuhkan namun terkadang ada guru yang menanggapinya dengan bentuk positif  namun dan  juga yang bentuknya negative.  Guru yang menanggapinya dengan  sikap yang positif maka dia akan menjadikan cibiran tersebut sebagai motivasi dirinya namun semua manusia mempunyai sikap yang berbeda-beda  jadi ada juga guru yang menanggapi hal tersebut dengan reaksi yang negative bahkan hingga tersinggung dan menimbulkan pertikaian  pada masyarakat.
Tapi hari ini saya mendapatkan ilmu pengetahuan baru  bahwa tidak semua cibiran itu akan menjatuhkan profesionalisme guru melainkan cibiran itu dapat membuat peningkatan profesionalisme . Maka dari itulah guru harus selalu mengevaluasi dirinya sendiri dan mengoreksi kesalahannya bahkan siap di koreksi oleh orang lain atau masyarakat lain.
Hal ini sesuai dengan profil Luqman al- hakim yang tersalin didalam buku “meretas pendidikan berkualitas dalam pendidikan islam “ pada lembar halaman 58,seperti yang ada dalam ayat 16  yang kesimpulannya itu adalah : Guru harus senantiasa mendengarkan  pernyataan dan saran bahkan kritik dari semua pihak. Guru harus bersikap bijak ,atas saran dan kritik yang di kemukakan oleh berbagai pihak yang ada di kalangan masyarakat.
Guru sebagai ujung tombak artinya jika tata cara pelaksanaan , perilaku yang santun , sikap wibawa yang baik ,serta pemberian metode pengajaran maupun strategi yang tidak monoton , saya rasa itu dapat mendongkrak kualitas pendidikan nasional menjadi tingkat  yang lebih maju dan bermutu dalam lingkup pendidikan , namun sebaliknya apabila pencerminan sikap guru kepada peserta didik tidak baik , tingkah laku yang tidak meyakinkan dan mutu guru yang masih di pertanyakan maka itu juga akan dapat menghasilkan pencerminan yang buruk kepada peserta didik ,  jadi dapat disimpulkan pendidikan yang berkualitas itu keberadaannya ada pada tingkah laku ataupun sikap guru yang menjadi patokan ataupun panutan bagi peserta didik dalam menilai ataupun menerima pengetahuan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Nahh.. Disinilah kita dapat melihat peranan guru yang sangat penting untuk membimbing ataupun menggandeng potensi yang sangat besar yang dimiliki oleh seorang peserta didik  kearah yang mempunyai tujuan untuk memberikan sumbangan ilmu kepada pemikiran peserta didik ,tentunya ilmu yang baik yang nantinya akan menjadi penopang dimasa depan .
Maka dari itu kualitas dan mutu guru sangat di perlukan apalagi kompetensi-kompetensi  yang dimiliki oleh guru  untuk mampu menjallankan tugasnya dengan baik . Karena tanpa adanya penguasaan kompetensi yang dimiliki oleh guru ,maka keinginan untuk melakukan inovasi pembelajaran kepada peserta didik atau yang lebih  tinggi lagi dari sekedar inovasi itu tidak akan terwujud atau dapat dikatakan itu hanyalah khayalan , tahayul dan mimpi belaka yang hanya ada didalam idea dan tidak dapat terealisasikan . Namun sebaliknya ,apabila seorang guru memiliki banyak kelebihan kompetensi dan memiliki berbagai ilmu pengetahuan  serta berbagai pengalaman menjadi seorang guru ,maka peningkatan mutu pendidikan, bukan hanya sekedar idea ataupun  mimpi belaka namun itu semua akan terealisasikan dengan optimal.
Memang ,dalam meningkatkan tingkat keprofesionalan seorang guru tidaklah mudah dicapai , kemudian hal itu memerlukan waktu serta partisipasi dari berbagai elemen atau poin-poin baik yang berkaitan secara langsung maupun yang tidak berkaitan secara langsung .
Hal yang terpenting yang tidak boleh di lupakan oleh seorang guru adalah ucapan  untuk niat yang di lantunkan dari awal, sebelum meluncur kepada kalangan masyarakat guna menciptakan manusia yang mempunyai intelektual yang dapat mengubah dunia menjadi alam semesta yang modern . dengan semua masyarakat yang memiliki inlegensi – intelegensi yang dapat menimbulkan secercah harapan untuk membangun dunia pendidikan yang bertoleran antara banyak suku dan banyak umat beragama ,serta mendapatkan ridha Allah swt insyaallah mendapatkan pahala. Amiiin ya robal ‘alamin.

Sesungguhnya keridhaan Allah swt itu sangatlah penting bagi umat manusia sebagai makhluk hidup yang di jadikan sebagai khalifah di muka bumi ,yang di tuntut menjadi sekelompok orang  pemimpin – pemimpin di muka bumi ini serta guna melestarikan dan menjaga semua penciptaan yang ada di seluruh alam semesta ,itulah semua ungkapan rasa syukur kita terhadap sang pencipta dalam hal ini Allah swt  yang telah menciptakan kita sebagai umat manusia yang normal yang mempunyai akal pikiran yang dapat di gunakan untuk membedakan mana hal yang bisa memberi kemaslahatan dan mana yang bisa menimbulkan kemudaratan bagi umat manusia itu sendiri  dan juga ada hawa nafsu yang apabila tidak dapat di kerangkeng dengan baik maka hawa nafsu tersebut dapat menjadi malapetaka untuk umat manusia , maka dari itulah kita harus menjaga dan tidak menyalahgunakan hawa nafsu tersebut sehingga tidak merusak kepribadian yang kita sudah pupuk dengan banyak perbuatan yang beraroma kebaikan.

Selasa, 31 Maret 2015

memahami konsep filsafat pendidikan



Tugas Resume:Filsafat Pendidikan Islam


MEMAHAMI KONSEP DAN RUANG LINGKUP
 FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM









 
Disusun oleh:
  
YULIANINGSIH
 13010101001




FAKULTAS TARBIYAH / PAI
INSTITUTE AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KENDARI
TAHUN 2015



A. Pengertian filsafat Pendidikan Islam
Istilah "filsafat" dapat ditinjau dari dua segi, yakni:segi semantic: kata filsafat berasal dari bahasa arab "falsafah" yang berasal dari bahasa yunani,"fhilosophia", yang berarti philos artinya cinta,suka dan Sophia artinya pengetahuan,hikmah.jadi "philoshopia"berarti cinta kepada kebijaksanaan,kearifan atau cinta kepada kebenaran.
Segi praktisnya:filsafat berarti alam pikiran.filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya.Dengan kata lain filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sunguh-sunguh hakikat kebenaran segala sesuatu.Berbagai pendapat para ahli yang mencoba merumuskan pengertianfilsafat pendidikan islam.Muzayyin Arifin bependapat tentang filsafat pendidikan islam adalah konsep berfikir tentang kependidikan yang bersumberkan atau berlandaskan ajaran-ajaran agama islam hakekat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai oleh agama islam.
Definisi ini memberi kesan bahwa filsafat pendidikan islam sama dengan filsafat pada umumnya.Dalam arti bahwa filsafat pendidikan islam mengkaji tentang berbagai masalah yang ada hubungannya dengan pendidikan,seperti manusia sebagai subyek dan obyek pendidikan,kurikulum,metode,lingkungan,guru,dan sebagainya.
Bedanya dengan filsafat pendidikan pada umumnya adalah bahwa didalam filsafat pendidikan islam,semua masalah kependidikan tersebut selalu didasarkan pada ajaran islam yang bersumberkan al-quran da al-hadist.Denag kata lain bahwa kata islam yang mengiringi kata filsafat pendidikan itu menjadi sifat,yakni sifat dari filsafat pendidikan tersebut.
Ahmad d.marimba mengatakan bahwa filsafat pendidikan islam bukanlah filsafat pendidikan tanpa batas.
Adapun pendapat Omar Muhammad al-tomy al-saibany: menurutnya bahwa filsafat pendidikan islam tidak lain ialah pelaksanaan pandangan filsafat dari kaidah filsafat islam dalam bidang pendidikan yang  didasarkan dalam ajaran islam.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat kita ketahui bahwa filsafat pendidikan islam itu merupakan kajian secara filosofis mengenai berbagai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al-quran dan al-hadist sebagai sumber primer,dan pendapat para ahli, khususnya para filosofis muslim,sebagai sumber sekunder.Selain itu filsafat pendidikan islam dapat pula dikatakan suatu upaya menggunakan jasa filsafat,yakni berfikir secara mendalam,sistematik.
Filsafat pendidikan islam secara singkat dapat dikatakan adalah filsafat pendidikan yang berlandaskan ajaran islam atau filsafat pendidikan yang di jiwai oleh ajaran islam.Jadi ia bukan filsafat yang bercorak liberal,bebas, tanpa batas etika sebagaimana dijumpai dalam pemikiran filsafat pada umumnya.
B.Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa sumber bacaan, khususnya buku yang menginformasikan hasil penelitian tentang filsafat pendidikan Islam. Sebagai sebuah disiplin ilmu, mau tidak mau filsafat pendidikan Islam harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajiannya atau cakupan pembahasannya.
Muzayyin Arifin menyatakan bahwa mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik. Logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, ysng tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan. Pendapat ini memberi petunjuk bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.
C.Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam
Prof. Mohammad Athiyah abrosyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam yang diuraikan dalam “ At -Tarbiyah Al- Islamiyah Wa Falsafatuha “ yaitu :
1)      Untuk membantu pembentukan akhlak yang mulia. Islam menetapkan bahwa pendidikan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.
2)      Persiapan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pendidikan Islam tidak hanya menaruh perhatian pada segi keagamaan saja dan tidak hanya dari segi keduniaan saja, tetapi dia menaruh perhatian kepada keduanya sekaligus.
3)      Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajaran dan memuaskan untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu bukan sekedar sebagai ilmu. Dan juga agar menumbuhkan minat pada sains, sastra, kesenian, dalam berbagai jenisnya.
4)      Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis, dan perusahaan supaya ia dapat mengusai profesi tertentu, teknis tertentu dan perusahaan tertentu, supaya dapat ia mencari rezeki dalam hidup dengan mulia di samping memelihara dari segi kerohanian dan keagamaan.
5)      Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. Pendidikan Islam tidaklah semuanya bersifat agama atau akhlak, atau sprituil semata-mata, tetapi menaruh perhatian pada segi-segi kemanfaatan pada tujuan-tujuan, kurikulum, dan aktivitasnya. Tidak lah tercapai kesempurnaan manusia tanpa memadukan antara agama dan ilmu pengetahuan.

D. Metode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam
Sebagai suatu metode, pengembangan filsafat pendidikan Islam biasanya memerlukan empat hal sebagai berikut :
Pertama, bahan-bahan yang akan digunakan dalam pengembangan filsafat pendidikan. Dalam hal ini dapat berupa bahan tertulis, yaitu al Qur’an dan al Hadist yang disertai pendapat para ulama serta para filosof dan lainnya ; dan bahan yang akan di ambil dari pengalaman empirik dalam praktek kependidikan.
Kedua, metode pencarian bahan. Untuk mencari bahan-bahan yang bersifat tertulis dapat dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan yang masing-masing prosedurnya telah diatur sedemikian rupa. Namun demikian, khusus dalam menggunakan al Qur’an dan al Hadist dapat digunakan jasa Ensiklopedi al Qur’an semacam Mu’jam al Mufahras li Alfazh al Qur’an al Karim karangan Muhammad Fuad Abd Baqi dan Mu’jam al muhfars li Alfazh al Hadist karangan Weinsink.
Ketiga, metode pembahasan. Untuk ini Muzayyin Arifin mengajukan alternatif metode analsis-sintesis, yaitu metode yang berdasarkan pendekatan rasional dan logis terhadap sasaran pemikiran secara induktif, dedukatif, dan analisa ilmiah.
Keempat, pendekatan. Dalam hubungannya dengan pembahasan tersebut di atas harus pula dijelaskan pendekatan yang akan digunakan untuk membahas tersebut. Pendekatan ini biasanya diperlukan dalam analisa, dan berhubungan dengan teori-teori keilmuan tertentu yang akan dipilih untuk menjelaskan fenomena tertentu pula. Dalam hubungan ini pendekatan lebih merupakan pisau yang akan digunakan dalam analisa. Ia semacam paradigma (cara pandang) yang akan digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena.

Selasa, 06 Januari 2015

Rabu, 15 Oktober 2014

MEDIA PEMBELAJARAN



Tugas Makalah Media Pembelajaran

PROSEDUR PEMILIHAN MEDIA DAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

 


  
Di susun Oleh:
Yulianingsih (13010101001)
Hartini(13010101014)


JURUSAN TARBIYAH PAI/III A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI(STAIN)
SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
TAHUN 2014
          

 
                  
KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb
Segala puji bagi Allah Rabil Alamin berkat limpahan rahmat dan taufik-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Media Pembelajaran” yang berjudul “Prosedur Pemilihan Media  Dan Pengembangan Media Pembelajaran”
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW.Sebagai Uswatun Khasanah, yang telah berhasil membimbing  dan mengeluarkan manusia dari alam kegelapan kealam yang terang benderang, dari kezaliman kepada jalan yang benar, keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat.
Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan, justru itu kepada para pembaca, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan dalam pembuatan makalah kedepannya.


Kendari, 06 Oktober 2014
Penulis
                                                                                                                      (..……....)







                                                            BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan pekembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual, dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan internet.
Salah satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyedian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapat sentuhan media teknolgi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001).
Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru memperkaya wawasan siswa. Berbagai bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran.
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas.

B.     Rumusan masalah

1.      Apa Pengertian pengembangan media pembelajaran?
2.      Bagaimana pengembangan media?
3.      Bagaimana pentingnya pengembangan media pembelajaran?
4.      Bagaimana diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran?

C.    Tujuan

1.      Untuk mengetahui pengertian pengembangan media pembelajaran
2.      Untuk mengethui pengembangan media
3.      Untuk mengetahui pentingnya pengembangan media pembelajaran
4.      Untuk mengetahui diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran












BAB  II

 PEMBAHASAN



A.    Pengertian pengembangan media pembelajaran


Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapatdidefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinyakomunikasi dari pengirim menuju penerima. Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi.Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator),bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Media adalah segala sesuatu yang menjadi perantara antara subyek dengan obyek.
Jadi,Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.
Media pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai bahan, alat/media, maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan.
Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapatdiketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media adalah sebagai berikut. Pertama, kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. Kedua, kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2002), mengemukakan implementasi sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky (dalam Nurdin dan Usman, 2004:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan”. Pengertian implementasi sebagai aktivitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan oleh Mclaughin (dalam Nurdin dan Usman, 2004). Adapun Schubert (dalam Nurdin dan Usman, 2002:70) mengemukakan bahwa ”implementasi adalah sistem rekayasa.”
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengembangan adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan (1989: 414). Dan lebih dijelaskan lagi dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta, bahwa pengembangan adalah perbuatan (hal, cara, usaha) mengembangkan.

B.     Pengembangan media

1.      Media Berbasis Visual

Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi, sketsa/gambar garis, Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Dalam proses penataan harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna.
Ø  Kesederhanaan
Secara umum, kesederhanaan itu mengacu pada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visualisasi. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu. Pesan atau informasi,teks yang menyertai bahan visual, penggunaan kata harus dengan huruf yang mudah dipahami.

Ø  Keterpaduan
Keterpaduan mengacu pada hubungan yang terdapat di antara elemen-elemen visual, ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama. Elemen-elemen itu harus saling terkait dan menyatu sebagai suatu keseluruhan, sehingga sajian visual itu merupakan suatu bentuk meyeluruh yang dapat dikenal dan dapat membantu pemahaman pesan serta informasi yang dikandunnya.
Ø  Penekanan.
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mungkin, namun seringkali konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa. Dengan menggunakan ukuran, hubungan-hubungan, persfektif, warna, atau ruang, penekanan dapat diberikan kepada unsur terpenting.
Ø  Keseimbangan
Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.
Ø  Bentuk
Bentuk yang aneh atau asing bagi siswa, dapat membangkitkan minat dan perhatian. Oleh karena itu, pemilihan bentuk sebagai unsur visual dalam penyajian pesan, informasi atau isi pelajaran perlu diperhatikan.
Ø  Garis.
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur, sehingga dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
Ø  Tekstur
Tekstur adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus. Tekstur dapat digunakan untuk penekanan suatu unsur seperti halnya warna.
Ø  Warna.
Warna digunakan untuk memberikan kesan pemisahan atau penekanan, atau untuk membangun keterpaduan.

2.      Media Berbasis Audio-Visual

Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan yang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu lagi biaya tambahan, karena tipe dapat dihapus setelah digunakan  dan pesan baru dapat diterima kembali. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan :
a.       Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
b.      Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
c.       Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
d.      Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan atau sautu masalah.
1.      Radio dan Tape
Penggunaan media audio dalam pembelajaran dibatasi hanya oleh imajinasi guru dan siswa. Media audio dapat digunakan dalam semua fase pembelajaran mulai dari pengantar atau  pembukaan ketika memperkenalkan topik bahasan sampai kepada evaluasi hasil belajar siswa. Penggunaan media audio sangat mendukung sistem pembelajaran tuntas (mastery learning). Siswa yang belajarnya lambat dapat memutarnya kembali dan mengulangi bagian-bagian yang belum di kuasainya. Di lain pihak, siswa yang dapat belajar dengan cepat bisa maju terus sesuai dengan tingkat kecepatan belajarnya.
Bahan-bahan pelajaran yang telah direkam telah banyak tersedia untuk berbagai bidang ilmu. Misalnya, rekaman suara berbagai jenis alat musik dapat digunakan untuk bercerita kepad anak-anak bermain, melangkonkan cerita, nyanyian, dan lain-lain.
2.      Kombinasi Slide dan Suara
Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis sistem multimedia yang paling mudah diproduksi. Sistem multimedia ini serba guna, mudah digunskan, dan cukup efektif untuk pembelajaran kelompok atau pembelajaran perorangan dan belajatr mandiri. Jika didesain dengan baik, sistem multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa danpak yang dramatis dan tentu saja dapat meningkatkan hasil belajar.
Media pembelajaran gabungan tape dan slide dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasiakn atau mendorong lahirnya respons emosional. Tayangan satu atau seperangkat gambar bisa disertai oleh satu narasi yang sesuai sebagai pengantar dan pembelajaran pendahuluan dari satu unit pelajaran. Narasi lain dapat disertakan terutama untuk menyajiakan pelajaran secra lebih rinci.

3.      Media Berbasis Komputer

Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
  1. Perangkat keras dan lunak yang mahal dan cepat ketinggalan jaman
  2. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
  3. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.
Bentuk interaksi yang dapat diaplikasikan yaitu Praktek dan latihan (drill & practice), Tutorial, Permainan (games), Simulasi (simulation), Penemuan (discovery), dan Pemecahan Masalah (Problem Solving).

4.      Multi Media Berbasisi Komputer dan Inter-Active video

Meskipun definisi multimedia masih belum jelas, secara sederhana ia diartikan sebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan vidio. Definisi sederhana ini telah pula mencakup salah satu jenis kombinasi yang diuraikan pada bagian terdahulu, misalnya kombinasi slide dan tape audio. Namun pada bagian ini perpaduan dan kombinasi dua atau lebih jenis media ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media itu. Dengan demikian, arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, vidio, dan animasi. Penggabungan ini mrupakan suatu kesatuan yang secra bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.
Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup, dapat dilihat dilayar monitor atau ketika diproyesikan kelayar lebar melalui overhead projector dan dapat didengar suaranya, dilihat geraknya (vidio atau animasi).
Dalam pengembangannya, media yang berbasis edutainment diharapkan sesuai dengan karakteristik siswa seperti tingkat kepandaian, kematangan, serta penguasaan materi prasyarat sehingga mampu mengantarkan siswa untuk menguasai kompetensi-kompetensi dasar.
Media berbasis edutaintment yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa belajar mandiri dan memecahkan masalah. Di dalam penggunaan media ini, siswa dapat menentukan sendiri apa yang hendak dilakukan. Dengan demikian siswa akan belajar menganalisis, melihat permasalahan dan menemukan alternatif yang merupakan langkah pemecahan masalah. Adanya pengambilan tindakan tersebut, kemampuan siswa untuk memecahkan masalah akan meningkat.
 Contoh-Contoh Pengembangan Media Pembelajaran
Ø  Media pengembangan berbasis Visual
a.      Poster
Poster mampu memperngaruhi perilaku, sikap, dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan   sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat, karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna. Hal tersebut sesuai dengan pandangan Nana Sudjana (2005:51) bahwa poster adalah media yang mengkombinasikan antara visual dari rancangan yang kuat dengan warna serta pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.
Penggunaan poster dalam pembelajaran
1)    Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar, dala hal ini poster digunakan saat guru menerangkan sebuah materi kepada siswa. Poster yang digunakan harus relevan dengan tujuan dan materi. Poster disediakan guru baik dengan cara membuat sendiri maupun dengan cara membeli atau menggunakan yang sudah ada.
2) Digunakan diluar pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan, propaganda atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang positif dan penanaman nilai-nilai social dan keagamaan. Poster pembelajaran biasanya mengangkat tema-tema yang spesifik sesuai dengan kurikulum. 
a.     Flipchart
            Flipchart dalam pengertian sederhana adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 x 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 x 28 cm sebagai flipbook yang disusun dalam urutan yang diikat padfa bagian atasnya. Dalam penggunaannya dapat dibalik jika pesan pada lembaran depan sudah ditampilkan dan digantikan dengan lembar berikutnya yang sudah disediakan. Flipchart hanya cocok untuk digunaka di kelompok kecil yaitu 30 orang. Sedangkan flipbook untuk 4-5 orang. Flipchart merupakan salah satu media cetakan yang sangat sederhana dan cukup efektif.
             Flipchart cukup efektif karena dapat dijadikan sebagai media (pengantar) pesan pembelajaran yang secara terencana ataupun secara langsung disajikan pada flipchart. Indicator efektif adalah tercapainya tujuan atau kompetensi yang sudah direncanakan. Penggunaan flipchart merupakan salah satu cara guru dalam menghemat waktunya untuk menulis di papan tulis.
b.     Bagan
            Bagan menurut Nana Sudjana ( 2005:27 ) adalah kombinasai antara media grafis, gambar, dan foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan. Sebagai media visual, bagan merupakan media yang membantu menyajikan pesan pembelajaran melalui visualisasi dengan tujuan metri yang kompleks dapat disederhanakan sehingga siswa nudah untuk mencerna model-model tersebut.
             Kegunaan bagan adalah untuk menunjukan hubungan, keterkaitan, perbandingan, jumlah yang relative, perkembangan tertentu, proses tertentu, mengklasifikasikan, dan pengorganisasian.
     Jenis-jenis bagan :
         Bagan pohon
         Bagan alir
         Bagan arus
         Bagan table
c.     Grafik
            Secara sederhana grafik dapat diartikan sebagai media yang memvisualisasikan data-data dalam bentuk angka. Grafik menggambarkan hubungan satu dua atau lebih data atau grafik dengan data yang swama menggambarkan hubungan penting dari suatu data. Tujuan pembuatan grafik adalah menunjukan perbandingan, informasi, kualitatif dengan cepat serta sederhana.
     Jenis-jenis grafik :
         Grafik garis
         Grafik batang
         Grafik lingkaran
  Penggunaan grafik dalam pembelajaran
  Grafik divisualisasikan dengan bantuan objek dalam bentuk garis, batang, dan gambar. Grafik paling baik digunakan dalam pembelajaran pada materi berupa ringkasan pelajaran setelah siswa memperoleh informasi lain dari berbagai sumber.
  Para siswa tidak akan mengalamni kesulitan dalam memnahami pesan yang disajikan melalui grafik, hal tersebut disebabkan karena grafik sendiri bukan sesuatu yang asing bagi siswa. Yang terpenting grafik menggambarkan informasi secara ringkas.
  Jika grafik ingin disesuaikan dengan materi maka dengan mudah dapat membuatnya sendiri. Terdapat beberapa pogram aplikasi melalui computer untuk membuat grafik. Misalnya membuat grafik melalui Microsoft word, excel dan power poin.
d.     Komik
            Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang memberikan hiburan kepada para pembaca.
Komik dalam pembelajaran
            Begitu maraknya komik di masyarakat dan begitu tingginya kesukaan terhadap komik hal tersebut mengilhami untuk dijadikannya komik sebagai media pembelajaran. Salah satu kelebihan dari komik seperti penelitiaan yang dilakukan Thorndike, mengetahui bahwa anak yang membaca komik lebih banyak misalnya dalam sebulan minimal satu buah buku komik maka sama dengan membaca buku-buku pelajaran dalam setiap tahunnya, hal ini berdampak pada kemampuan membaca siswa dan penguasaan kosa kata yang lebih banyak. Kelebihan komik yang lainnya adalah penyajiaanya mengandung unsure visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai.Hal inilah yang juga menginspirasi komik yang isinya materi-materi pelajaran. Kecenderungan yang ada siswa tidak begitu menyukai buku-buku teks apalagi yang tidak disertai gambar dan ilustrasi yang menarik.
e.     Overhead Projector
            Pada dasrnya OHP ( overhead projector ) berguna untuk memproyeksikan transparankearah layar yang jaraknya relative pendek, dengan hasil gambar atau tulisan yang cukup besar. Projector ini direncanakan dibuat untuk digunakan oleh guru di depan kelas dengan penerangan yang normal, sehingga tetap terjadi komunikasi antara guru dengan siswa.
Penggunaan OHP dalam pembelajaran
          1)Pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang dituliskan pada lembaran transparan atau plastic atau gulungan transparan.
          2) Tempat menunjukkan atau memproyeksikan transparan yang telah disiapkan sebelumnya.
          3) Tempat menunjukkan bayangan suatu benda
          4) Tempat menunjukkan model-model barang kecil baik dalam bentuk gerak atau diam
          5)Untuk mendemonstrasikan suatu percobaan
          6) Untuk menunjukkan diagram alir suatu sistem tertentu
          7) Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu
f.      Multimedia projector
            Kini, hampir sebagian besar pasar projector dikuasai oleh projector digital. Mulai dari yang berteknologi LCD ( Liquid Crystal Display ), DLP ( digital Light Processing ), sampai tenologi terbaru yang kini tengah beranjak popular, LCOS ( Liquid Crystal On Single Crystal Silicon ). Tidak heran, karena projector digital ini memang bobotnya relative ringan, dan harganya pun relative jauh dibawah projector CRT. Untuk melakukan mengajar sudah sangat memungkinkan guru untuk menggunakan multimedia projector atu lebih dikenal dengan LCD projector.
            Multimedia projector adalah sebuah alat proyeksi yang mampu menampilkan unsure-unsur media seperti gambar, teks, video, animasi, video baik secara terpisah maupun gabungan diantara unsure-unsur media tersebut dapat dikoneksikan dengan perangkat elektronika lainnya seperti computer, video player, dan lain-lain. Yang dapat digunakan untuk kegiatan presentasi, pembelajaran, pemutaran film, dan lain-lain.


Ø Media pengembangan berbasis Audio-Visual
1.      Alat perekam
            Alat perekam berfungsi untuk memperdengarkan audio ( player ) pada umumnya menggunakan tape yang menggunakan kaset. Sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang sudah banyak alat perekam audio, seperti ipod, mp3, dan lain-lain. Materi pelajaran terlebih dahulu disiapkan kemudian direkam dan disajikan baik dikelas classical dengan jumlah siswa banyak maupun untuk belajar secara mandiri. Materi pelajaran yang dapat disajikan diantaranya : ppembelajaran musik literacy ( pembacaan sajak ), pembelajaran bahasa asing, dan lain-lain.
2.     Laboratorium bahasa
            Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengarkan dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya, media yang digunakan adalah alat perekam. 

C.    Pentingnya pengembangan media pembelajaran

Dalam pembelajaran menggunakan media mempunyai beberapa keuntungan, yaitu
1)Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya,
2)Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3)Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4)Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5)Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Lebih lanjut Latuheru (1988), menyatakan bahwa (1) media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi  pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya.      
Begitu pentingnya peran media dalam pembelajaran sudah selayaknya seorang guru mampu memanfaatkan bahkan mengembangkan media pembelajaran. Dalam mengambangkan program media pembelajaran ada  enam tahap kegiatan, yaitu
(1) analisis pengembangan karakteristik peserta didik;
(2) perumusan tujuan pembelajaran;
(3) perumusan butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan;
(4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan;
(5) menulis naskah media/prototype;
(6) mengadakan tes dan revisi. (Sadiman, 1984:100).
Disamping keenam langkah tersebut  menurut Rayandra terdapat langkah kegiatan yang perlu dilakukan adalah validasi produk media. Validasi diperlukan untuk menjamin ketepatan materi kurikulum dan tujuan pembelajaran, dan kesesuaian bahasa dengan peserta didik.
Menurut Rayandra (2011) Berkenaan dengan media ada dua permasalahan yang dihadapi di lembaga pendidikan kita, yaitu keterbatasan media dan kemanfaatan media. Keterbatasan media menyangkut ketersediaan media pembelajaran disekolah yang masih kurang dan belum merata, sedangkan kemaanfaatan media selain kreativitas pendidik, pertimbangan instruksional juga menjadi factor yang menentukan. Seringkali guru/dosen menggunakan media seadanya tanpa mempertimbangkan pembelajaran, adakalanya digunakan media yang canggih, semata-mata karena media tersebut sudah tersedia walaupun sesungguhnya tidak diperlukan dalam pembelajaran.
Pengembangan media sangat penting artinya untuk mengatasi kekurangan dan keterbatasan media yang ada. Disamping itu, media yang dikembangkan sendiri oleh guru dapat menghindari dari ketidaktepatan (mismatch) karena dirancang sesuai dengan kebutuhan, potensi sumber daya dan lingkungan masing-masing. Lebih dari itu juga dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan inovasi bagi para guru sehingga dihasilkan pendidik yang professional.

D.    Diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran

 

Untuk melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran diperlukan prosedur pengembangan. Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke produk yang dispesifikasikan. Prosedur pengembangan media meliputi beberapa tahap, yaitu perencanaan atau penyusunan rancangan media, produksi media, dan evaluasi media.
1.  Perencanaan Media Pendidikan
Dalam membuat perencanaan, kita perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut:
a.    Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
Kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang kita inginkan dengan kemampuan, keterampilan, dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang. Kebutuhan dapa diketahui dengan berbagai cara, yaitu dengan melihat tuntutan kebutuhan yang ada di masyarakat dan melihat dari apa yang dirumuskan dalam kurikulum.Suatu media akan dianggap terlalu mudah bagi siswa bila siswa tersebut telah memiliki sebagian besar pengetahuan yang disajikan oleh media tersebut. Sebaliknya media akan dipandang terlalu sulit bagi siswa bila siswa belum mengetahui pengetahuan yang diperlukan sebelum menggunakan media tersebut.Sebelum media dibuat kita harus meneliti dengan baik pengetahuan awal maupun pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa yang menjadi sasaran media itu.

b.    Perumusan Kompetensi dan Indikator Hasil Belajar
Kompetensi sering diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap nilai yang terwujud dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.Standar Kompetensi adalah kompetensi atau kemampuan yang distandarkan untuk jenjang, kelas, dan semester tertentu. Sedangkan Kompetensi Dasar adalah kemampuan-kemampuan pokok yang membentuk kompetensi atau yang tercakup dalam kompetensi yang distandarkan tersebut.Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam mengembangkan indikator perlu mengembangkan beberapa hal sebagai berikut:
(1) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam kompetensi dasar,
(2) karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah,
(3) potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan.
Ø  Indikator berfungsi sebagai berikut:
1.    Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
2.    Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
3.    Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar
4.    Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar
Ø  Mekanisme pengembangan indikator ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)    Menganalisis tingkat kompetensi dalam standar kompetensi dasar
2)    Menganalisis karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah
3)    Menganalisis kebutuhan dan potensi
c.    Pengembangan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran adalah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, cakupan, urutan, dan perlakuan terhadap materi pembelajaran tersebut.
Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1)      Fakta
2)      Konsep
3)      Prinsip
4)      Prosedur
5)      Sikap
Prinsip-prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran meliputi kesesuaian (relevansi), keajegan (konsistensi), kecukupan (adequacy).
d.    Perumusan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan siswa perlu dirancang dengan seksama dan seyogyanya dikembangkan sebelum naskah program media ditulis atau sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Alat ini berupa tes, penugasan, ataupun daftar cek perilaku.
e.    Penulisan Naskah
Naskah menjadi penuntun kita dalam membuat bahan presentasi untuk media visual atau merekam suara untuk media audio dan mengambil gambar serta merekam suara untuk media audio visual.
Berikut beberapa petunjuk yang perlu kita ikuti bila kita menulis naskah program media audio:
1)    Bahasa
2)    Musik dalam program audio
3)    Keterbatasan daya konsentrasi
4)    Beberapa istilah yang dapat digunakan dalam naskah

2.  Produksi Media
Kegiatan produksi memiliki tiga kelompok personil yang terlibat, yaitu sutradara atau pemimpin produksi, kerabat kerja, dan pemain.
3.  Evaluasi Media Pendidikan
Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan serta penyusunan dan penyempurnaan program/kegiatan selanjutnya.
Ada dua macam bentuk evaluasimedia yang dikenal, yaitu
a.    Evaluasi formatif
Merupakan proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisiensi bahan-bahan pembelajaran.Ada tiga tahapan evaluasi formatif, meliputi:
1)      Evaluasi satu lawan
2)      Evaluasi kelompok kecil
3)      Evaluasi lapangan

b.    Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dalam rangka untuk menentukan apakah media yang dibuat patut digunakan dalam situasi-situasi tertentu



















BAB III 

 P E N U T U P


A.    Kesimpulan

v  Pengembangan media pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran.
v  Pengembangan Media
-          Media Berbasis Visual
Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/illustrasi, sketsa/gambar garis, Grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Dalam proses penataan harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbangan. Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna.
-          Media Berbasis Audio-Visual
Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatanyang murah dan terjangkau mak hampir tidak perlu lagi biaya tambahan, karena tipe dapat dihapus setelah digunakan  dan pesan baru dapat diterima kembali. Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan :
a.       Mengembangkan keterampilan mendengarkan dan mengevaluasi apa yang telah didengar.
b.      Mengatur dan mempersiapkan diskusi dan debat dengan mengungkapkan pendapat-pendapat para ahli yang berada jauh dari lokasi.
c.       Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa
d.      Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu poko bahasan atau sautu masalah.
-         Media Berbasis Komputer
Kemajuan media komputer memberikan beberapa kelebihan untuk kegiatan produksi audio visual. Pada tahun-tahun belakangan komputer mendapat perhatian besar karena kemampuannya yang dapat digunakan dalam bidang kegiatan pembelajaran. Ditambah dengan teknologi jaringan dan internet, komputer seakan menjadi primadona dalam kegiatan pembelajaran.
Dibalik kehandalan komputer sebagai media pembelajaran terdapat beberapa persoalan yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan awal bagi pengelola pengajaran berbasis komputer:
  1. Teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan perangkat yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
  2. Pembuatan program yang rumit serta dalam pengoperasian awal perlu pendamping guna menjelaskan penggunaannya. Hal ini bisa disiasati dengan pembuatan modul pendamping yang menjelaskan penggunaan dan pengoperasian program.
-          Multi Media Berbasisi Komputer dan Inter-Active video
Meskipun definisi multimedia masih belum jelas, secara sederhana ia diartikan sebagai lebih dari satu media. Ia bisa berupa kombinasi antara teks, grafik, animasi, suara, dan vidio. Definisi sederhana ini telah pula mencakup salah satu jenis kombinasi yang diuraikan pada bagian terdahulu, misalnya kombinasi slide dan tape audio. Namun pada bagian ini perpaduan dan kombinasi dua atau lebih jenis media ditekankan kepada kendali komputer sebagai penggerak keseluruhan gabungan media itu. Dengan demikian, arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, vidio, dan animasi. Penggabungan ini mrupakan suatu kesatuan yang secra bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.
v  Pentingnya pengembangan media pembelajaran
Dalam pembelajaran menggunakan media mempunyai beberapa keuntungan, yaitu
1)Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya,
2)Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3)Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
4)Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
5)Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.

v  Diagram alur prosedur pengembangan media pembelajaran

Untuk melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran diperlukan prosedur pengembangan. Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke produk yang dispesifikasikan. Prosedur pengembangan media meliputi beberapa tahap, yaitu perencanaan atau penyusunan rancangan media, produksi media, dan evaluasi media.
B.     Saran
Perlunya partisipasi seluruh pihak yang berperan dalam dunia pendidikan dalam mengembangkan media pembelajaran, agar kita dapat  merealisasikan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.







Poerwadarminta, W.J.S., Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2003),   Edisi III.
Arsyad, Azhar., Media Pembelajaran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2002)
Mahmud, Hadi., Media Pembelajaran, (Kendari: Istana Profesional, 2006)
Cetakan I
Ghazali, Nurseha., Media Pembelajaran, (Makassar: MEMBUMI publishing 2009)